This post is also available in: English

Nilai mata uang dapat ditetapkan dengan beragam cara. Saat ini, semua mata uang dapat dikategorikan ke dalam kurs tetap atau mengambang. Pada kurs tetap, nilai mata uang ditentukan pemerintah. Kurs kedua, yang lebih fleksibel, ditentukan oleh pasar. Berikut ini dijabarkan perbedaan dari kedua sistem kurs ini.

Apa Itu Mata Uang Mengambang?

Ketika suatu nilai mata uang ditentukan berdasarkan pergerakan pasar, sistem ini disebut sebagai mata uang mengambang. Nilainya ditentukan berdasarkan penawaran dan permintaan serta terkait dengan mata uang lain di pasar keuangan terbuka. Hal ini berbeda dengan sistem sebaliknya yang dikontrol penuh oleh pemerintah negara terkait. Pengaruh pemerintah tersebut dapat berupa kendali total atau sebagian besar, namun pada akhirnya nilai tukar mata uangnya tetap.

 

Dalam hal nilai mata uangnya fleksibel, pengaruh kebijakan pemerintah masih tetap ada. Bank sentral juga memiliki peran dalam manipulasi sektor keuangan seperti ini. Tujuan kebijakan-kebijakan keuangan ini adalah untuk memastikan tercapainya kondisi yang lebih baik dalam konteks bursa global. Sistem ini sendiri telah diterapkan secara luas sejak era 1970an, sejak runtuhnya standar emas dan sistem Bretton Woods. Sebelumnya, mata uang suatu negara selalu dipatok terhadap Dolar AS yang pada akhirnya bergantung pada nilai emas.

Cara Kerja Kurs Mengambang

Kurs mengambang akan lebih rentan terhadap tren jangka pendek maupun panjang. Kurs mengambang dapat terpengaruh oleh spekulasi pasar, berita, bencana, termasuk juga penawaran dan permintaan pada basis harian. Ketika penawaran melebihi permintaan, akan terjadi penurunan nilai atau depresiasi mata uang. Pada kondisi sebaliknya, akan terjadi kenaikan nilai atau apresiasi mata uang. Perubahan jangka panjang mencerminkan kondisi ekonomi suatu negara serta adanya perbedaan tingkat suku bunga antarnegara. Hal inilah yang kita definisikan sebagai cara mengambang.

 

Terlepas dari adanya fluktuasi, mata-mata uang ini akan tetap dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah masing-masing. Jika perubahan yang terjadi terlalu dramatis, bank sentral atau pemerintah terkait dapat melakukan intervensi. Pihak-pihak tersebut dapat menerapkan kebijakan khusus untuk mencegah kurs mengambang bergerak terlalu tinggi atau rendah. Hal ini untuk mencegah perubahan yang terlalu ekstrem yang dapat membahayakan kondisi perekonomian dan perdagangan negara tersebut. Dampak lainnya adalah meningkatnya risiko ketidakmampuan negara tersebut dalam memenuhi kewajiban pembayaran utangnya.

Cara Kerja Kurs Mengambang Tetap

Sesuai dengan namanya, kurs tetap dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah suatu negara. Kurs ini juga dikenal dengan istilah patokan karena nilainya telah ditetapkan di tingkat tertentu relatif terhadap mata uang mayor dunia tertentu. Hal ini berkebalikan dengan kurs mengambang bebas manapun. Pada sistem ini, nilai mata uangnya akan ditentukan oleh pemerintah terkait melalui bank sentral. Untuk mempengaruhi kurs, pemerintah dapat melakukan pembelian atau penjualan mata uang negaranya terhadap mata uang negara lain yang dikaitkan pada mata uang mereka.

Kurs Mengambang Tetap

 

Dalam hal ini, penilaian mata uang dapat dilakukan terhadap Dolar Amerika serikat, Euro, Yen Jepang, atau mata uang negara maju lainnya. Sebagai contoh, mata uang Arab Saudi dan Amerika dipatok terhadap Dolar Amerika Serikat. Secara umum, kurs tetap dipengaruhi secara penuh oleh sistem pemerintah negara bersangkutan. 

Sudut Pandang Historis

Ada satu fenomena yang berdampak luas pada sejarah kurs yakni sistem Bretton Woods. Ditetapkan pada tahun 1944, nama sistem ini diambil dari sebuah konferensi dengan nama serupa. Konferensi ini diikuti oleh perwakilan dari 44 negara Sekutu yang mengambil bagian dalam Perang Dunia II. Selama konferensi ini, para peserta sepakat untuk mendirikan atau menetapkan:

  • Dana Moneter Internasional (IMF)
  • Bank Dunia
  • sistem kurs tetap

Seluruh perwakilan negara juga sepakat untuk mematok sistem moneter mereka terhadap Dolar Amerika Serikat, yang kemudian menjadi mata uang cadangan. Pada saat ini, valuasi Dolar Amerika Serikat dikaitkan dengan emas yang ditetapkan sebesar $35 per ons. Adapun seluruh tindakan penyesuaian kurs yang dilakukan oleh bank sentral harus dilakukan melalui mata uang Dolar AS. Sejak saat ini pula, Dolar AS menjadi mata uang dominan di seluruh dunia. 

 

Pada akhir 1960an, sistem ini perlahan-lahan rontok. Harga emas mengalami koreksi besar-besaran menyebabkan Pound Inggris mengalami devaluasi sebesar 14.3%. Akibatnya, pada tahun 1971, pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Nixon memutuskan untuk meninggalkan sistem ini. Tahun 1973 menandai ditinggalkannya sistem ini sepenuhnya, suatu hal yang berdampak pada mengambangnya kurs mata-mata uang. Saat ini, banyak pemerintah negara membiarkan dinamika pasar global untuk menentukan nilai mata uang mereka secara bebas

Tindakan Intervensi

Sistem mengambang memungkinkan bank sentral untuk mempengaruhi kurs baik secara langsung maupun tidak langsung. Pendekatan pertama yang dapat dilakukan melibatkan pembelian atau penjualan mata uang setempat. Hal ini dapat dilakukan ketika volatilitas pasar sangat tinggi atau nilai kurs dianggap sangat tidak menguntungkan. Sebagai contoh, pada 2018, Iran dilakukan menetapkan kurs tetap sebesar 42.000 untuk setiap 1 Dolar AS.

Intervensi tidak langsung dapat dilakukan melalui penyesuaian tingkat suku bunga. Kebijakan ini akan mengubah tingkat kemenarikan negara terkait bagi kalangan investor. Hal inilah yang kemudian akan memengaruhi aliran dana.

Bank sentral di negara-negara anggota F-7 dan kelompok negara lainnya dapat pula bekerjasama untuk memberikan dampak yang lebih signifikan. Meski demikian, tingkat keberhasilan intervensi jangka pendek tidak dapat dipastikan meski kebijakan ini diterapkan. Salah satu contoh intervensi gagal bisa dilihat pada awal tahun 1990-an.

Pada saat itu, mata uang Poundsterling masih menjadi bagian dari Mekanisme Kurs Eropa atau ERM. Mekanisme ini awalnya ditujukan untuk mengurangi volatilitas di pasar mata uang. Di sisi lain, sistem ini dianggap memelopori lahirnya Euro. Pada tahun 1992, George Soros melakukan serangan terhadap mata uang Inggris tersebut disebabkan anggapannya bahwa kurs Poundsterling terlalu tinggi. Untuk menghadapi serangan ini, Bank Inggris harus meninggalkan sistem ERM dan melakukan devaluasi poundsterling. Dalam kasus ini, kas negara Inggris dilaporkan mencatatkan kerugian sebesar 3.3 miliar pound, sementara pihak George Soros setidaknya mendapatkan keuntungan $1 miliar.

Simpulan: Dua Cara Penetapan Nilai

Nilai mata uang suatu negara dapat ditentukan melalui dua cara. Kurs tetap dan mengambang memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Pada sistem tetap, nilai mata uang ditetapkan pemerintah melalui bank sentral. Hal ini dilakukan untuk menjaga nilai mata uang pada tingkat tertentu dalam rentang spesifik. Sejarah membuktikan bahwa metode ini kerap gagal. Meski demikian, cara ini masih diterapkan di beberapa negara berkembang.

Sistem mengambang, di sisi lain, bergantung pada penawaran dan permintaan pasar. Semakin rendah permintaan untuk mata uang tertentu, semakin rendah pula nilainya dan sebaliknya. Saat ini, banyak negara memilih untuk menggunakan skema ini dalam menentukan nilai mata uang mereka. Ketika pergerakan nilai mata uang dianggap sangat tidak menguntungkan, pihak pemerintah maupun bank sentral dapat melakukan intervensi melalui beragam kebijakan ekonomi. Hal ini mencakup pembelian atau penjualan mata uang, penyesuaian tingkat suku bunga bagi investor, maupun cara lainnya.

This post is also available in: English

Top 3  Websites For your country:

Updated  August, 2020

№1

  • Bonus: Up-to $1391
  • Pairs: 80+
  • Min. Trade: $1
  • *Payout: 92.76%
__CONFIG_colors_palette__{"active_palette":0,"config":{"colors":{"62516":{"name":"Main Accent","parent":-1}},"gradients":[]},"palettes":[{"name":"Default Palette","value":{"colors":{"62516":{"val":"var(--tcb-skin-color-0)"}},"gradients":[]}}]}__CONFIG_colors_palette__
Trade Now!
  • Big focus on advanced platform
  • Multiple and free demo accounts
  • Access to strategy manager for all

№2

  • Bonus: Up-to $695
  • Pairs: 100+
  • Min. Trade: $1
  • *Payout: 89.72%
__CONFIG_colors_palette__{"active_palette":0,"config":{"colors":{"62516":{"name":"Main Accent","parent":-1}},"gradients":[]},"palettes":[{"name":"Default Palette","value":{"colors":{"62516":{"val":"var(--tcb-skin-color-8)"}},"gradients":[]}}]}__CONFIG_colors_palette__
Trade Now!
  • Adapted for worldwide Forex traders
  • Website packed with information
  • Unique educational tools & features

№3

  • Bonus: Up-to 100%
  • Pairs: 60+
  • Min. Trade: $1
  • Min. Dep.: $100
__CONFIG_colors_palette__{"active_palette":0,"config":{"colors":{"62516":{"name":"Main Accent","parent":-1}},"gradients":[]},"palettes":[{"name":"Default Palette","value":{"colors":{"62516":{"val":"var(--tcb-skin-color-8)"}},"gradients":[]}}]}__CONFIG_colors_palette__
Trade Now!
  • Offices in 11 countries
  • Mobile APP for trading
  • The AvaTrade web platform is easy to use.

* Amount to be credited only for a successful outcome.

__CONFIG_colors_palette__{"active_palette":0,"config":{"colors":{"41077":{"name":"Main Accent","parent":-1}},"gradients":[]},"palettes":[{"name":"Default Palette","value":{"colors":{"41077":{"val":"var(--tcb-skin-color-0)"}},"gradients":[]},"original":{"colors":{"41077":{"val":"rgb(19, 114, 211)","hsl":{"h":210,"s":0.83,"l":0.45}}},"gradients":[]}}]}__CONFIG_colors_palette__
View all brokers

Author

Follow me

Hidden Content

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>